Waktu makan siang tiba. Baru saja resepsionis menelponku memberitahu kalau Rachel sudah menunggu di loby. "Hai-hai, dateng beneran lu?" sapaku ketika berjumpa Rachel yang duduk bengong di loby. "Dateng lah, gue kan tepat janji," ia tidak terlihat membawa bingkisan makan siang seperti tempo hari. "Katanya mau bawain gue makan siang?" tanyaku meledek. "Hehe, gak sempet. Kita makan di kantin kantor sini aja ya," "Ok lah, lagian gue bercanda kok," aku merangkulnya, kami berjalan bersama menuju kantin. "Karena ini kantor gue, jadi gue tuan rumahnya. Gue traktir ya, lu tinggal pilih." "Waah, asiiik! Tau aja lu," Kami duduk di salah satu meja dengan kursi berhadapan di salah satu sisi kantin ini. Kebetulan siang ini kantin agak sepi. Aku memesan nasi dan soto mie dengan minuman es teh mani

