Sandra terus berjalan dengan cepat tanpa menoleh kiri kanan. Ia berhenti sesaat sewaktu mneyadari ponselnya berdering. Panggilan masuk dari tante Ratih. “Assalamualaikum tante, baru sampai nih.” “Waalaikum salam. Kamu sudah turun dari kereta?” “Sudah tante, ini lagi mau jalan keluar stasiun.” “Eh, stop di tempat kamu. Stop!” Sandra reflek menghentikan langkahnya mengikuti perintah tante Ratih. “Lah, kenapa aku disuruh berhenti?” tanya Sandra heran. “Kamu sudah baca WA tante belum?” “WA? Aku belum cek.” “Di situ ada alamt tante Retno, tapi kamu kan sama sekali gak tau Yogya. Jadi sebaiknya kamu sekarang diam di tempat dan tunggu Marwan jemput.” “Marwan jemput aku? Aku aja gak tahu Marwan yang kayak gimana orangnya,” “Sekarang tante kirim fotonya,” “Terus aku beneran suruh langsun

