Keterlambatan Kereta

1296 Kata

Stasiun sudah terlihat ramai seperti biasa. Ya, ramai tapi belum sampai penuh atau berdesakan. Udara yang terhirup masih ada sedikit aroma embun sejuk. Jarang-jarang kan di ibu kota bisa merasakan aroma embun. Kalau keluar rumah satu jam lebih siang saja yang terhirup pasti aroma asap kendaraan. Aku menempelkan kartu tiket elektronik kereta di pintu masuk. Eh, tidak bisa terbuka. “Masih lama gak Mbak?” tanya seseorang yang mengantre di belakangku. Aku sedikit menoleh lalu gugup menempelkan kembali kartu itu. Oh iya, aku baru sadar kalau saldo kartuku habis. “Mbak silahkan bisa isi ulang saldo tiketnya ke loket di sebelah sana,” seorang petugas stasiun sigap memandu ketika melihat tiket elektronik yang kutempelkan tidak bisa untuk membuka pintu masuk. “Iya Pak, terimakasih.” Buru-buru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN