Rose menatap pria didepannya ini dengan malas. Sedangkan Mika hanya mampu terdiam, ia tidak berani ikut campur urusan antara Rose dengan Miracle. Terlebih lagi Miracle yang datang ke kostnya.
Benar, Miracle datang ke kost Mika hanya untuk menjemput Rose-temannya. Padahal hari sudah larut malam, tapi pria didepannya ini tidak peduli yang diinginkannya adalah Rose agar kembali kerumahnya.
Sedangkan Rose tentu saja menolak, ia tidak ingin dekat-dekat dengan Miracle dalam waktu dekat ini. Minimal Rose harus memantapkan perasaannya agar tidak terlalu jauh kepada Miracle, ya cuma itu tujuan Rose sekarang.
“ Ayo pulang.” suruh Miracle untuk kesekian kalinya. Miracle tidak henti-henti memaksa Rose.
“ Gamau, aku mau nginap dirumah Mika. Kasian dia lagi hamil.” alasan Rose agar Miracle berhenti memaksanya. Namun orang yang memaksanya tidak ingin berhenti, malah semakin gencar memaksa.
“ Ingat perjanjian kita. Kamu gaboleh lari gitu aja.” ancam Miracle.
“ Bentar lagi perjanjian itu selesai. “ ucap Rose malah membuat rahang Miracle mengeras.
“ Apa maksud kamu? Kamu selalu ngomong seperti itu.”
“ Iya, aku mau berhenti bekerja. “
Miracle terpaku, mencoba mencerna perkataan Rose. Sebelum pria itu mengalihkan pandangannya pada Mika lalu menatap Rose dengan menyunggingkan senyumnya.
“ Lalu Teman mu itu?”
Rose menautkan kedua alisnya. “ Apa hubungannya dengan Mika?”
Miracle tersenyum sinis lalu menyandarkan punggungnya di kursi. “ Kamu jangan pura-pura tidak tau Rose. Ingat apa yang sudah aku lakukan untuk membantu teman mu itu.”
Mika yang tau kemana arah dan tujuan pembicaraannya Miracle, kembali menunduk dalam. Wanita yang tengah mengandung itu kehabisan jalan untuk semua masalah ini, disatu sisi ia ingin Rose terlepas dari Miracle. Tapi di satu sisi, ia perlu uang ini untuk biaya kebutuhan hidup bayinya.
Rose menoleh melihat Mika yang sedang tertunduk kemudian memghembuskan nafasnya kasar. “ Seharusnya jangan libatkan masalah pekerjaan aku dengan Mika Cle.” ujar Rose lemah. Pikirannya kelu, Rose tidak tau harus melakukan apa.
“ Aku tidak melibatkan Mika, cuma kalo kamu berhenti bekerja, otomatis uang yang aku keluarkan untuk Mika terpaksa di tarik karna kamu tidak bekerja denganku lagi.” jelas Miracle.
Rose menahan emosinya, ia memegangkan kepalanya yang terasa pusing. Sepertinya tidak ada hal yang bisa dilakukan untuk menjauh dari Miracle.
“ Fine! Jadi apa yang kamu inginkan sekarang?” pasrah Rose.
“ Kita pulang kerumah.”
“ Sekarang?”
“ Iya sekarang. Kamu sudah terlalu lama menghindari ku Rose.”
Rose mengangguk. “ Mika” panggil Rose membuat Mika mendongakkan kepalanya.
“ Kenapa Ose?”
“ Gua pulang dulu ya, lo gapapa kan sendiri?” khawatir Rose.
Mika mengangguk mantap.” Udah biasa kok. Lo ga usah khawatir sama gua.”
“ Kalo kamu mau, kamu bisa bawa Mika kerumah untuk tinggal bersama kita.” ucap Miracle tiba-tiba mengalihkan pandangan Mika dan Rose.
“ Serius?” tanya Rose memastikan.
“ Iya. “
Rose menatap Mika dengan gembira. “ Ayo Ka kita tinggal bersama.”
Mika tersenyum simpul. “ Gua gabisa Ose. “
Ingin sekali Mika bisa satu atap dengan Rose, tapi ia tidak bisa jika harus tinggal dengan Miracle. Bagi Mika rasanya sangat canggung, terlebih lagi ia merasa tidak enak dengan Miracle yang sudah banyak membantu.
“ Lo kenapa ga bisa? “ tanya Rose dengan sedih.
“ Gapapa , gua lebih senang di kost ini. Udah teralu nyaman.” alibi Mika.
“ oo yaudah.” Ujar Rose lesu. Kemudian gadis cantik itu berdiri dari tempat duduknya untuk mengambil tasnya.
Tidak lama Rose datang dengan menyandeng tas. Disusul Miracle dan Mika yang juga berdiri dari tempat duduknya.
“ Gua pergi dulu ya Ka. Hati-hati dirumah. Jangan lupa minum s**u dan makannya jangan pernah telat. Kalo ada apa-apa hubungi gua. “ ingat Rose kepada Mika.
“ Iya Ose. Lo aman aja. “
Rose mengangguk mantap, kemudian keduanya berjalan meninggalkan Mika seorang diri. Rose dan Miracle berjalan menyusuri gank sempit sebagai jalan untuk menuju kostnya Mika.
Tidak ada yang membuka suara, baik Miracle maupun Rose hanya terdiam. Rose dapat memastikan bahwa pria yang berjalan didepannya ini sudah kembali menjadi pria yang dingin. Tidak seperti saat dia memaksa Rose ditempat Mika yang banyak omongnya.
Saat tiba di dekat jalan raya, Rose dapat melihat mobil Miracle yang terparkir sembarangan. Rose ingin tertawa, pasti Miracle lupa bahwa ke kost nya Mika tidak bisa membawa mobil.
“ Kenapa kamu tersenyum sendiri?” sentak Miracle.
Rose gelagapan. “ Hah maksudnya?”
“ Ga usah sok gitu. Pasti kamu ingin menertawakan aku karna aku bawa mobil ke kostnya Mika.” tebak Miracle.
Rose menumpahkan tawanya di depan Miracle. “ Nah itu tau. Kenapa coba pake mobil segala udah jelas ganknya sempit. Mana parkir sembarangan.”
Miracle tidak ambil pusing. Malah pria itu masuk kedalam mobil. “ kamu mau tinggal? Buruan masuk.”
Rose menghentakkan kakinya kesal. Dibukanya pintu mobil dan duduk di kursi penumpang.
Mobil milik Miracle melaju dengan kencang membelah jalanan yang ramai. Walaupun sudah larut malam, namun kendaraan tidak berhenti lalu lalang.
“ Rose. Tadi sore Sella kerumah mencari kamu.” ucap Miracle memecahkan kesunyian didalam mobil itu.
“ Benarkah? Ada apa?”
“ Mungkin gadis itu mau membawa kamu shoping.”
“ Oh. Sayang sekali aku tidak berada dirumah tadi.”
“ Iya. Lagi pula kenapa akhir-akhir ini kamu seperti menjauh dari ku?” tanya Miracle.
Rose terdiam. Ia menatap keluar jendela melihat gedung-gedung pencakar langit dihiasi lampu yang sangat indah.
“ Rose.” panggil Miracle. “ aku bertanya seharusnya kamu menjawab.”
“ mungkin perasaan kamu saja yang merasa bahwa aku ngejauh dari kamu.”
“ Tapi memang itu kenyataannya. Kamu menjauh dari aku, ada apa? Ceritakan padaku. Selagi aku masih ingin mendengarkan dan berbicara panjang seperti ini.”
Rose mendelik jengah kearah Miracle. Tapi memang Miracle terlalu banyak mengeluarkan kata-kata sekarang. Berbeda sekali dengan Miracle yang ia kenal.
“ Gada apa-apa. Aku cuma mau kasi perhatian kusus aja sama Mika.” elak Rose.
“ aku tidak bodoh. Bukan itu alasannya. Jawab yang jujur Rose! Kenapa kamu menjauh, kamu yang tiba-tiba tidak ingin melakukan hubungan itu, kamu yang menghilang pagi-pagi dari rumah dan terakhir kamu pulang dari kantor lebih awal. Jelaskan alasannya kenapa!”
Rose menarik nafasnya panjang. “ aku ingin menghilangkan perasaan ini untuk mu.”