Pagi hari dihari sabtu, Rose bangun dengan keadaan jantungnya yang berdegup kencang. Mata nya melirik Miracle yang tampak pulas tertidur. Semalam memang Miracle ingin tidur bersama dirinya. Padahal sudah diperingatkan Rose takut jika ada yang mendengar mereka berdua. Tapi Miracle tetap lah Miracle dengan segala sifat keras kepalanya. Berakhirlah mereka disini dengan busana yang sudah terlempar kemana-mana. Rose berdiri, kemudian memungut pakaian yang sudah berserakan. Ia meletakkannya dikeranjang kotor, dengan keadaan yang bugil Rose mencari baju yang akan dikenakannya. Setelah menemukan apa yang dicari, Rose dengan pakaian simpel-baju rajut dan celana leging kembali menaiki kasur. Tangannya meraih rahang Miracle yang sedikit kasar akibat bulu-bulu halus yang tumbuh di sekitar dagu.

