Warna dalam hidup Edward seketika memudar, cahaya cerah langit di kepalanya mendadak hilang, tertutup awan mendung, begitu gelap. Seolah tidak ada harapan yang tersisa. Pikirannya benar-benar kosong, buntu. Tidak ada solusi yang terlintas dalam benaknya. “Mr. Dalbert, sudah sampai.” Edward terjengit kecil, ia kemudian menganggukan kepala sebelum keluar dari dalam kendaraan miliknya saat pintu terbuka. Beberapa orang menyapa dengan begitu sopan, membungkuk juga memberikan senyuman ramah, sementara Edward hanya berjalan melewati orang-orang itu tanpa membalas sapaan mereka. Satu langkah di belakangnya Eva berjalan, perempuan itu melangkah lebar mengikuti langkah kakinya, sampai di depan lift kemudian mereka masuk bersama. “Jadwal saya.” “Pagi ini ada beberapa dokumen yang harus anda per

