“Edward!” Edward menghembuskan napas, begitu mendengar suara ibunya. Tepat seperti yang sudah ia duga. Hari ini ibunya akan datang. Ia sangat tahu, ibunya itu tidak akan pernah membuang waktu untuk sesuatu hal. Terlebih hal-hal penting seperti ini, yang terkait dengan pasangannya. “Edward.” Panggil ibunya lagi. Edward mendongak menatap Ibunya yang datang dengan wajah berseri. Ia pikir ibunya akan datang dengan amarah, tapi ternyata di luar dugaannya. Ibunya benar-benar tersenyum lebar, menampakkan kebahagiaan yang utuh. “Edward mana Ilona? Mana calon menantu Mama?” Edward memutar bola mata, menatap majalah di tangannya lagi lalu mendesis. “Jangan berakting.” “Apa maksudmu?” “Mama, kau sedang beraktingkan? Kau ingin terlihat baik di depanku agar aku senang karena menganggapmu merestu

