Part 38 : Kerusuhan Tubuh Ilona bergetar hebat, air matanya mulai turun begitu deras dari kedua bola matanya. Terlebih saat mobil yang Jack kendarai melaju semakin kencang menuju sebuah daerah yang tidak ia ketahui sama sekali, semua sisi di penuhi pepohonan, semakin jauh semakin memasuki tempat yang gelap karena begitu rindang, di tambah dengan malam mulai menjelang. Mata Ilona sudah perih, tapi tangisnya tidak juga berhenti. “Jack demi Tuhan! Berhenti sekarang juga!!!” “JACK!!!” seru Ilona dengan suara serak. Jangankan berhenti, memelankan kendaraannya pun tidak sama sekali. Semakin Ilona merengek semakin kencang pula kendaraan yang lelaki itu kendalikan, semakin tidak terkendali diiringi dengan tawa menggelegar keluar dari mulut Jack dengan tidak memiliki hati. “Jack demi Tuhan!

