Ilona mengerjapkan mata perlahan mulai menetralkan cahaya yang berhamburan masuk saat kelopak matanya terbuka, seiring dengan aroma menyengat yang mulai masuk memenuhi hidungnya. Kening Ilona mengerut sesaat, berusaha mengingat kejadian yang menimpanya beberapa saat, sebelum menghembuskan napas perlahan. Ah, aku kecelakaan ya? Pikir Ilona. “Nana kamu sadar.” Ilona mengerjapkan mata sesaat, melihat sosok di sampingnya itu. Felix. Felix! Dimana Jack? Dimana lelaki itu? bola mata Ilona bergerak gelisah. Lelaki itu, dia sudah mati kan? dia sudah tidak selamatkan? Atau dia masih hidup? “Ilona sebentar ya, aku panggilkan dokter dulu.” Ilona menggeleng kecil dengan tangan yang menggenggam erat tangan Felix, takut saat bayangan Jack yang sedang menyeringai kembali menghantuinya. “Jangan pergi

