Chapter 115

1133 Kata
Kreeeekkkkkk (suara pintu ruangan Raka terbuka) “Ya Ampun.. ckckckckck kalian berdua masih pagi - pagi udah peluk - pelukan aja !!!” Seru Andika yang baru saja membuka pintu ruangan Raka. Zara dan Raka bersamaan langsung melepaskan pelukannya karena kaget . “Andika kalau mau masuk ketuk pintu dulu kek.” Ucap Zara.” “Hahaha.. Zara Zara.. gue tuh kalau masuk ruangannya Raka emang nggak pernah ngetuk pintu dulu, dan Raka juga tau kalau yang datang dan nggak ngetuk pintu itu yahh cuma gue doang.” Kata Andika . “Okeyy .. sekarang Lo kalau masuk harus ketuk pintu dulu.” Seru Raka. “Waahh hahahaha.. kenapa sihh ??? Makanya kalau mau peluk - pelukan itu jangan di kantor, nanti kalau ada yang tiba - tiba masuk kayak gue, kan bisa di liatin orang - orang. Untuk hari ini cuma gue yang masuk.” Kata Andika dengan santainya lalu duduk di sofa depan meja kerja Raka. “Nggak ada yang akan masuk tiba - tiba.. kecuali Lo.. ntah dari kapan Lo masuk nggak ngetok pintu dulu.” Kata Raka. “Hahaha.. yahh mana gue tau gue juga lupa. Ohhh iyaa gue ingat waktu itu kan gue datang ke ruangan Lo, terus gue ngetok pintu berkali - kali tali nggak Lo jawab juga, ternyata Lo lagi nelvon sama klien tapi gue terus mengetuk pintu, dan akhirnya saat Lo selesai menelvon Lo marah - marah deh sama gue, Lo bilang Kenapa sih Lo ngetuk pintu melulu, langsung masuk aja kalau cuma Lo doang.” Teriak Andika sambil memperagakan gestur Raka saat berbicara. “Hahahah.. sialan Lo !!! Ya udah sekarang Lo kalau mau masuk ke ruangan gue, Lo ketuk pintu lagi. Jangan main masuk aja.” Kata Raka. “Iya - iyaa.. oke finee.. gue bakal ketuk pintu dulu kalau mau masuk, biar nggak nggak ganggu kalian pacaran kan.” Ujar Andika. “Andika husshhhh.. bukan gitu juga sihh.. ehhmmz.. aahh nggak tau deh, urus - urusan kalian berdua aja. Kamu juga tadi di bilangin jangan peluk - peluk, kan kita di kantor.” Ucap Zara dengan memasang wajah kesalnya. “Hahahah.. kok marah sih Zara.. santai aja kali, gue juga cuma bercanda kok tadi. Lagian kenapa kalau kalian peluk - pelukan? Nggak apa - apa kan? Yang penting masih dalam batas wajar, toh kantor ini juga punya Raka, jadi terserah Raka. Yang penting masih dalam batas wajar. Itu yang paling penting. Nggak usah di ambil hati dong, gitu aja ngambek.” Kata Andika. “Isshhh Andikaaaa !!!” Zara yang kesal memukul Andika dengan dokumen yang zara pegang. “Dihh hahahah pakai mukul - mukul.. sakit tauuu.” Seru Andika sambil menghindar dari pukulan Zara. “Lo sih bikin gue jadi nggak enak aja sama Lo, udah di suruh ketuk pintu lagi sama Raka. Kan gue jadi makin nggak enak.” Ucap Zara. “Hahahah.. makanya jangan suka nggak enakan sama orang, nanti orang akan seenaknya sama Lo. Rubah tuh sedikit sifat Lo yang kayak gitu, nggak baik tau.” Ucap Andika. “Bener tuh kata Andika, kamu nggak boleh kayak gitu terus, sekalipun sama aku juga. Jangan nggak enakan.” Kata Raka lalu duduk di sofa depan Andika. “Iyaa - iyaaa.. udahh ahh.. aku lanjut kerja dulu, kalian juga tuh kerja, jangan nambah - nambahin kerjaan aku yang super duper banyak.” Seru Zara lalu berjalan keluar. Braaaaaakkkk (suara pintu Ruangan Raka tertutup) Zara menutup pintu ruangan Raka. “Emang kerjaan dia banyak yah? Hahahaha” Seru Andika. Andika dan Raka saling bertatapan dan tertawa. “Nggak juga deh kayaknya, sepertinya dia salah tingkah aja. Hahahah..” jawab Raka. “Hahah.. Zara Zara.. ehh ini berkas yang udah gue buat semalam. Gara - gara ponsel gue tertinggal di mejanya Zara jadi telat gini, untung aja gue ingat apa yang ada di gambar, jadi tinggal di cek sedikit habis itu gue kirim deh.” Kata Andika sambil memperlihatkan file yang ada di dalam laptopnya. “Makanya.. kan gue udah bilang sama Lo kalau pakai handphone tuh yah satu aja nggak usah banyak - banyak kayak gitu, masih baik tertinggal di meja Zara, kalau hilangkan bisa nambah lagi masalahnya.” Ucap Raka. “Aduuhh gue tuh nggak bisa ngegabungin hal pribadi dengan kantor . Kantor yah kantor, pribadi yah Pribadi.” seru Andika. “Ya iyaa sihh gue ngerti, tapi kamau udah kayak ginj gimana, terus kan tadi juga Lo bilang kalau kantor yah kantor, dan pribadi yah pribadi, terus kalau gue yang ngehubungin Lo gimana? Gue kan bisa aja kantor dan bisa aja pribadi? Terus itu gimana?” Tanya Raka. “Ahh iya juga yahh.. selama ini Lo kan hubungin gue di ponsel pribadi gue , jadi yahh nggak apa - apa, tetap aja di situ.” Jawab Andika . “Lahh apa - apaan.. nggak konsisten hahaha.” Seru Raka. “Hahaha.. terserah gue kan. Nihh Lo liat dulu deh, gue udah gabungin sama file Lo yang Lo kirimin gue, terus kalau udah fix udah mau gue kirim ke Cindy.” Ucap Andika sembari memperlihatkan pekerjaannya ke Raka. Raka kemudian mengambil laptop Andika, dan segera memeriksa pekerjaan yang sudah di selesaikan Andika. “Okehh .. okeehh udah bener nih, Lo langsung kirim aja ke Cindy.” Ucap Raka lalu mengembalikkan laptop Andika ke depan Andika. “Okeeyy.. gue kirim sekarang.” Ujar Andika. “Ehh by the way gue sama Zara mau buat acara kecil - kecilan di apartemen gue, mau ajakin anak - anak juga.” Kata Raka sambil berjalan ke meja kerjanya. “Hah? Acara apaan?” Tanya Andika. “Ehh bukan acara sih sebenernya.. aduh apaan sih namanya hahah.. gue tuh mau buat barbequan gitu sama Zara.” Ucap Raka. “Oohh wahh boleh juga tuh udah lama gue nggak ngerasain barbequan bareng teman - teman. Eh tapi Nggak apa - apa nih di apartemen Lo? Ini udah kedua kalinya sih Lo ngebiarin anak - anak main ke apartemen Lo. Lo nggak apa - apa kan?” Tanya Andika. “Iyaa nggak apa - apa kok, sepertinya gue udah terbiasa dengan adanya mereka.” Jawab Raka. “Alhamdulillah.. bagus deh kalau gitu, Lo udah mulai terbuka lagi. Terus Lo hari ini nggak pergi ke makamnya Rivka? Hari ini kan ulang tahunnya.” Tanya Andika. “Pergilahh.. masa nggak sih. Ntar siang gue bakal kesana, gue mau ajakin Zara juga.” Kata Raka. “Ohh iyaa ajak Zara juga, dia belum pernah ke sana kan?” Tanya Andika sambil menutup laptopnya. “Iyaa belum pernah. Gue lupa lagi ngasih tau dia tadi, dia mau nggak yah gue ajakin kesana?” Tanya Raka pada dirinya sendiri. “Yah maulahh.. masa nggak sih. Dia juga harus tau makam orang yang Lo sayangi.” Ucap Andika. Ddddrrrrttt dddrrrtttt drrrtttt (bunyi ponsel Raka) ponsel Raka berdering dan yang menghubunginya adalah Cindy ====
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN