Senyuman Zara tidak bermaksud mengejek Nabila yang di abaikan oleh Cindy, tetapi Nabila salah mengartikan senyuman yang diberikan Zara. “Sialan.. maksud dia tersenyum seperti itu kenapa? Ngejek gue? Liat aja apa yang bakal gue lakuin.” Gumam Nabila dalam hatinya. Nabila menatap Zara dengan tajam, sampai di ajak berbicara pun tidak ia dengar. “Mba Nabila? Halo?” Raka melambaikan tangannya di depan wajah Nabila. “Ehh iya Pak Raka ???” Ucap Nabila. “Mba Nabila sudah nggak ada urusan lagi kan di sini? Bisa kembali bekerja sekaranga Mba?” Tanya Raka. “Ohh iyaa baik.. maaf Pak Raka. Mba Cindy.. Mba Cindy kalau berubah fikiran, ini nomor saya hubungi saya yah. Saya permisi.” Kata Cindy lalu memberikan kertas yang bertuliskan nomor ponselnya yang sudah ia kantongi dari tadi. Nabila lan

