Chapter 59

1199 Kata
Andika tidak mau kalau Cindy pergi begitu saja, Andika berjalan ke mobil Cindy,  langsung membuka pintu mobil Cindy, masuk dan duduk di samping Cindy.  “Raka.. Zara .. ayoo.. ngapain berdiri di situ? Lo duduk di depan aja Raka, Zara Lo muter yah duduk di samping Cindy.” Ujar Andika yang belum menutup pintu mobil.  Raka dan Zara saling menatap, lalu mengikuti apa yang di katakan Andika.  “Kalian apa - apaan sih? Gue bilang kan gue nggak bisa, kenapa kayak gini sih?” Tanya Cindy. Cindy sangat kesal dengan Andika.  “Lo kan udah mohon - mohon sama kita semua tadi, untuk temuin Lo dan ikutin permintaan Lo, jadi Lo harus tepatin apa yang Lo bilang dong. Jangan pergi gitu aja dengan alasan yang lebay.” Kata Andika.  “Lo bilang gue lebay?” Tanya Cindy yang sudah semakin emosi. “Aduuhh.. tahan yah Cindy.. Lo tarik nafas dulu deh. Huuuuu haaaaa huuu haaaaa.” Kata Andika memprektektan cara menarik nafas. Cindy dengan polosnya juga mengikuti apa yang di katakan Andika.  “Nahh gitu dong.”  “Pak ayo jalan, Raka tunjukin sama bapaknya kemana kita mau pergi.” Kata Andika.  “Kok Lo merintah - merintah gue sih.” Ujar Raka.  “Hahah.. sekali - kali masa nggak boleh sih, kan bukan jam kerja juga hahah.” Seru Andika.  “Mba Cindy gimana?” Tanya supir Cindy.  “Pak.. ikutin kita aja yah, Mba Cindynya Bapak nggak marah kok. Iya kan Mba Cindy?” Kata Andika menatap Cindy.  “Andika nggak usah di paksa yuk.. kasihan kalau Cindy kita paksa kayak gini.” Kata Zara.  “Iya Andika.. udah deh, kita bisa cari driver lain, udah kira turun aja.” Kata Raka.  “Hmm.. nggak usah. Nggak papa, ayo pak jalan aja. Antar mereka kemanapun mereka mau.” Kata Cindy. “Tuuhh kan, Cindy orangnya baik kok.” Seru Andika.  Akhirnya Cindy mengikuti kemauan Andika dan mengantar Andika, Raka dan juga Zara untuk jalan - jalan. Sedangkan Putra dan Bianca juga mengikuti mobil Cindy dari belakang, karena Putra belum sempat meminta maaf ke Raka, Zara dan juga Andika.  Setelah sampai di salah satu pantai, Andika, Zara dan Raka berganti - gantian untuk berfoto di pantai tersebut. Andika meminta Raka dan Zara berfoto bersama.  “Ah nggak usah deh Andika. Gue sendiri aja.” Kata Zara.  “Ihh ayoo.. Lo mau kalau kebohongan kalian berdua terbongkar? Masa pacaran nggak ada foto berduanya sih. Ayo cepetan Raka, foto bareng Zara sanaa !!!” Kata Andika berbisik sambil menarik Raka ke samping Zara.  Andika memotret Zara dan Raka yang terlihat sangat kaku.  “Ihhh apaan sih kalian berdua ?!! Yang lebih dekat dong.” Kata Andika lalu merapatkan bahu Raka dan juga bahu Zara menjadi semakin dekat.  Raka dengan beraninya merangkul Zara, dan memberikan camera yang di pegang oleh Andika.  Bianca, Putra dan Cindy memperhatikan Zara dan juga Raka.  “Cin.. Lo percaya kalau mereka berdua pacaran?” Tanya Putra.  “Hah?”  “Iyaa.. Lo percaya nggak? Kok gue kayak nggak percaya sih, kan kemarin malam sepertinya mereka nggak ada hubungan sama sekali, dan masa iya pacaran nggak duduk sebelah - sebelahan sih.” Kata Putra.  “Aduuhh beebbbb.. kamu ini kenapa sih? Kok kayak cewek gitu sih? Rempong banget. Denger yahh.. nggak selamanya yang pacaran itu duduk sebelah - sebelahan, dan mungkin aja kalau Zara dan Raka emang belum mau ngepublish hubungan mereka berdua kan? Kenapa pakai di ragukn segala sih. Tuuh liat aja mereka berdua romantis kayak gitu, masa yang kayak gitu nggak pacaran sih.” Jelas Bianca sambil menunjuk Raka dan Zara yang berfoto semakin dekat dan terihat seperti pasangan yang sangat romantis.  “Ah, iya juga sih.” Kata Putra.  “Gue percaya nggak percaya sih. Huufffttt.. yang terpenting sekarang tuh hati gue, nyessek banget sih ngeliat mereka berdua mesra - mesaraan kayak gitu di depan gue. Mana mereka semua tau lagi, kalau gue suka sama Raka. Berasa terdzolimi banget gue.” Kata Cindy sambil mengikat rambutnya yang terus beterbangan.  “Hahahah.. sabar yah Cindy.. mungkin Lo belum jodoh sama Raka, sapa tau aja nanti putus sama Zara, iya nggak sih? Hahaha.” Seru Bianca.  “Ahh Lo jangan ngomong kayak gitu, Lo seakan - akan memberikan gue harapan lagi untuk bisa sama Raka.” Kata Cindy.  “Hahah.. atau Lo jangan berhenti ngedeketin Raka, kayak gue yang nggak berhenti ngedeketin Putra, dan berhasil gue rebut dari Zara. And Lo liatkan, Putra bertahan sama gue sampai sekarang.” Kata Bianca lagi kemudian memeluk Putra dari samping. Putra membelai kepala Bianca seperti kucing.  “Dihh dasar kok bangga sih jadi perebut cowok orang, gue sih nggak mau yah kayak gitu. Kalau kita tau cowok itu udah punya pacar, yah jangan di deketin lah. Kita tuh sama - sama perempuan, nggak boleh nyakitin hati sesama perempuan, mungkin karma nggak langsung datang, tapi nanti pasti akan ada balasan dari apa yang kita perbuat.” Jelas Cindy.  “Ahahaha.. seorang Cindy ngomong kayak gitu? Udah tobat Lo? Hahaha.” “Sialaaann !!!! Gini - gini gue juga takut karma, takut ngerebut hak milik orang lain. Dan gue emang selalu berusaha untuk ngedapetin apa yang gue mau, tapi kalau itu udah jadi milik orang lain, gue nggak mau merebut hal itu dari orang lain. Apalagi pasangan hidup. Kalau jodoh tuh nggak kemana, yang penting kita udah berusaha, dan kalau memang belum di kasih yah jangan maksa juga.” Jelas Cindy.  “Hahahah apaan sih Lo Cin.. kok jadi serius kayak gitu, jadi merinding gue dengernya.” Seru Bianca.  “Hahaha jangan gitu sayang.. mungkin Cindy udah mau bertobat. Hahah.” Ujar Putra.  “Ohh iya Cindy, kita aja mereka makan di tempat biasa kita makan yuk, biar gue yang bayarin. Hitung - hitung sebagai tanda permintaan maaf gue ke mereka.” Kata Putra lagi.  “Ohh iya yahh.. lo dari tadi belum ngomong ke mereka yah? Yaudah yuk kita kesana aja panggil mereka dulu.” Kata Cindy “Yuukk sayangg.. kamu nggak ada pemotretan hari ini kan?” Tanya Putra ke Bianca.  “Nggak ada kok beeebb.. aku juga mau nostalgia sama Zara, ngebahas jaman sekolah dulu.” Jawab Binca. Cindy menghampiri Raka, Zara dan Andika yang masih asyik memotret diri mereka.  “Ehmm.. belum puas foto - fotonya?” Tanga Cindy.  “Ah hahah.. udah kok. Kenapa Cindy?” Tanya Andika.  “Kita makan dulu yuk, gue sama Putra mau ngajak kalian ke tempat makan yang paling enak yang ada di Bali. Dan katanya Putra yang traktir kalian semua, katanya untuk permintaan maaf dia ke kalian.”Jawab Cindy.  “Kenapa dia nggak ngomong langsung?” Tanya Andika.  “Mau kok.. dia udah ke sini tuh. Lo tuh nethink banget sih Andika.” Kata Cindy.  “Yahh sorry, kayaknya darah tinggi gue naik semenjak bertengkar sama kalian.” Kata Andika.  “Hmm.. terserah Lo deh.” Seru Cindy.  “Kalau gitu jalan sekarang aja.” Kata Raka.  “Ohh iya.. ayo.” Kata Zara.  Cindy dan Putra membawa Raka, Zara dan Andika, ke restoran tempat mereka dan teman - teman mereka selalu makan bersama. Salah satu restoan terkenal yang ada di bali. Cindy juga sesekali memperhatikan Zara dan Raka, Cindy masih tidak percaya kalau Zara dan Raka berpacaran.  ====
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN