Chapter 58

1045 Kata
"Zaraaaaaaaa !!!!" Teriak perempuan itu saat baru saja keluar dari mobil Putra.  "Ohh haii Biancaa." Ucap Zara dengan senyuman kecil di wajahnya.  Bianca seorang perempuan cantik, tinggi, dan juga mempunyai badan yang bagus dan karena itu Bianca bekerja sebagai model di Bali, Bianca juga sudah menjadi artis di sosial media. Bianca adalah teman kelas Zara waktu SMA dulu, sekaligus menjadi selingkuhan Putra saat Zara dan Putra masih pacaran.  "Ya ampun Lo makin cantik aja Zar !!! Sudah lma banget yah kita nggak ketemu." Seru Bianca sambil bersalaman, langsung memeluk Zara dan menempelkan pipinya ke pipi kanan dan pipi kiri Zara.  Zara kaget, tetapi Zara juga langsung membalas apa yang di lakukan Bianca, meskipun dalam hatinya sangat tidak mau.  "Lo juga makin cantik, cantik banget malah." Kata Zara.  "Gimana sekarang? Lo lagi sibuk apa? Kata Putra Lo kesini karena kerjaan yah?" Tanya Bianca. "Ah iya.. ada kerjaan di sini. Bersama bos gue dan rekan kerja gue juga. Nih kenalin, ini bos gue Namanya Raka, dan ini namanya Andika." Kata Zara lalu menunjuk Raka dan juga Andika.  "Wahh enaknya Zara di kawal sama dua cowok ganteng yahh." Kata Bianca.  "Apa kamu bilang?" Tanya Putra yang menyusul di belakang Bianca.  "Hahaha nggak kok sayang.. kamu kok yang lebih ganteng." Kata Bianca lalu menggandeng tangan Putra.  "Haii.. Raka Andikaa, salam kenal yahh." Seru Bianca.  "Iyaa salam kenal." Kata Andika.  Raka melemparkan senyuman untuk Bianca.  "Langgeng yah kalian." Ucap Zara.  "Ahh hehe iyaa Zara.. si Putra nih yang nggak mau ngelepasin gue, padahal gue udah bosen banget loh sama dia." Kata Bianca.  "Coba di ulang." Kata Putra.  "Hahaha bercanda sayaangg.. ih baperan banget sih." Seru Bianca. "Ini Bi.. masa Zara nanyain gue juga kalau katanya kenapa gue ngejodoh - jodohin Putra sama dia padahal gue tau kalau Putra punya pacar, di kira anak - anak kali yah di jodoh - jodohin sama teman sendiri. Hahahah." Kata Cindy.  "Ahahah lucu banget sih Zara.. Sampai Lo dengan seriusnya menanggapi ucapan Putra dan Cindy. Wajar juga kan kalau Putra ngomong kalau Lo makin cantik, kalian kan baru ketemu lagi. emang sampai sekarang Lo belum punya pacar yah Zar?" Tanya Bianca.  "Ohh gue nggak serius kok, gue cuma nanya aja. Gue udah punya pacar." Jawab Zara.  Zara berbohong kalau dirinya sudah punya pacar, Zara tidak mau di anggap remeh oleh Bianca dan juga Cindy. Makanya Zara terpaksa berbohong.  "Mana? Liat dong cowok Lo.. pasti dia beruntung banget deh punya pacar secantik Lo. Ada fotonya nggak?" Tanya Bianca lagi. "Ehmm.. ah nggak ada kita jarang foto berdua." Jawab Zara. Zara sangat deg - degan ketika Bianca ingin melihat fotonya.  "Foto kontaknya aja kalau gitu. Pasti pasang foto juga kan? Masa iya nggak ada sama sekali fotonya di handphone Lo." Kata Bianca.  "Gue juga penasaran nih Zara.. liat dong." Kata Cindy.  "Dia nggak punya fotonya, karena orangnya sudah ada di sini, dan kalian bisa lihat langsung." Kata Raka. Zara kemudian menatap Raka, Zara bingung dengan apa yang baru saja di katakan Raka.  "Hah? Siapa? Ada di sini?" Tanya Cindy.  "Iyaa.. kenalin gue pacarnya Zara. Sorry tidak memperkenalkan diri dengan lengkap." Kata Raka.  Semua yang ada di situ kaget mendengar apa yang baru saja di katakan Raka. Zara dan Andika juga sangat kaget sampai melihat ke Raka dengan tatapan yang penuh pertanyaan. "Hah? Sejak kapan Kamu pacaran sama Zara? Kamu bohongkan Raka?" Tanya Cindy.  "Kenapa saya harus berbohong? Saya serius.. kita memang baru pacaran tadi malam, iyakan Zara?" Kata Raka kemudian melemparkan ucapannya ke Zara.  Raka juga memberikan kode untuk Andika, agar Andika tidak bertanya soal apa yang sebenarnya terjadi. Dan agar Andika tahu kalau semuanya hanya kebohongan.  "Kenapa sih Cindy? Emangnya kenapa kalau Zara sana Raka pacaran? Udah jodoh tuh makanya kamu nggak usah gangguin Raka lagi. Raka udah ada yang punya." Kata Andika.  “Wahh Zara pacaran sama Bosnya sendiri, keren banget Lo Zar.” Kata Cindy lalu mengangkat kedua jempolnya.  “Tapi sejak kapan? Nggak mungkin kan kalau baru hari ini. Sumpah gue nggak percaya. Kalian berdua boongkan? Raka bohong kan Zara?” Tanya Cindy.  Zara menatap Raka, dan Raka membalas tatapan Zara dengan senyuman. “Nggak Cindy.. kita udah pacaran sebelum datang ke sini. Jadi maaf kalau sekiranya kita berdua seperti mempermainkan Lo, maaf banget yah.” Kata Zara kemudian menggandeng tangan Raka dan menyandarkan kepalanya ke pundak bidang milik Raka.  Raka semakin deg - degan karena tidak menyangka kalau Zara akan menggandeng tangannya.  “Tapi waktu di restoran?” Tanya Cindy.  “Kenapa Cindy? Makanya kan itu hari gue bilang kalau Lo jangan terlalu berharap, karena Lo sendiri yang akan sakit. Gue udah kasih clue ke Lo, tapi Lo nggak nyadar juga.” Kata Zara.  “Udah lahh Cindy.. nggak usah di perdebatkan, Lo kesini karena mau menebus kesalahan Lo kan sama kita? Jadi ayo lakukan sekarang, dan jangan membuang - buang banyak waktu di sini.” Ucap Andika.  “Tapi gue.. Raka Kamu taukan kalau udah lama banget gue suka sama Kamu, kok kamu tega sampai seperti ini sih?” Kata Cindy lalu menyandarkan badannya ke mobilnya.  “Maaf yahh Cindy.. saya udah pernah bilangkan sama kamu kalau kamu pasti bisa mendapatkan laki - laki yang lebih baik dari saya. Yang sesuai dengan sifat kamu.” Kata Raka.  “Lo masih mau galau - galauan di sini? Lo lupa tujuan Lo di sini?” Tanya Andika dengan tegas.  “Iyaa maaf Andika.. tapi sepertinya gue udah nggak bisa, gue nggak bisa pergi dan melihat orang yang gue suka jalan sama perempuan lain tepat di depan mata gue. Maaf yahh, kalau kalian mau pergi jalan, pergi aja. Gue cabut yah.” Kata Cindy berjalan pelan lalu membuka pintu mobilnya.  “Loh Cindy, gue sama Bianca gimana? Kita juga cabut aja deh yah.” Tanya Putra.  “Terserah kalian berdua aja.” Jawab Cindy.  “Wahhh.. ternyata omongan Lo benar - benar nggak bisa di pegang yah Cindy.” Seru Andika.  “Terserah Lo mau ngomong apa Andika, gue benar - benar minta maaf. Sebagai gantimya gue bisa sewain supir untuk mengantar kalian jalan - jalan. Kalian tinggal tunjuk kemana kalian mau pergi, biar gue yang bayar. Kalian tunggu aja sepuluh menit, gue carikan kalian yang paling cepat. Gue cabut yah, have fun kalian. Raka Zara, selamat yahh. Semoga kalian langgeng.  Cindy menutup pintu mobilnya dan menyuruh supirnya untuk pergi dari hotel.  ====
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN