“Kayaknya anaknya kamu yang kerajinan kerja itu, lagi punya pacar.” Bayu yang tengah memainkan tabletnya pun otomatis mendongak kepada Flora yang baru memasuki kamar. “Ada apa?” “Vani tadi pulang-pulang bawa bunga. Mawar merah lagi.” Flora lantas naik ke atas ranjang. “Akhirnya Vani mulai ngurus percintaan. Aku udah khawatir dia cuma fokus kerja aja.” Bayu menghela napasnya. “Vani kan baru 25. Nggak papa lah. Dia juga masih fokus kerja.” Flora kemudian teringat akan Bram. “Tapi ngomong-ngomong tadi kata Pak Ujang, Vani perginya sama Bram loh?” “Oh ya?” tanya Bayu terdengar tertarik. “Iya. Jadi kemungkinan yang nganter pulang, Bram. Terus bunganya kemungkinan dari dia.” Bayu terdiam dan berpikir. “Sebenarnya aku salut sama Bram.” “Samaa..

