“Kamu gila ya.” Dewi menatap tajam ke arah pria itu. Bahkan sekejam-kejamnya dirinya, dia tidak pernah sedikit pun memiliki pikiran untuk menggugurkan kandungannya. “Bukankah kita sama-sama tidak menginginkan anak itu?” ujar Tristan. “Aku tidak menyangka kamu memiliki hati sekejam itu,” cibir Dewi. “Dia darah daging kamu, Tristan. Anak kandung kamu,” tukasnya. “Aku tidak peduli apa yang kamu katakan. Yang jelas aku tidak mau anak itu lahir,” tegas Tristan. Dewi menggelengkan kepalanya. “Aku tidak akan menggugurkan kandunganku. Tidak akan pernah,” ucapnya, tegas. Tristan menghela napas berat, dia tidak tahu harus bagaimana lagi menanggapi Dewi yang keras kepala. Tak lama kemudian Dewi tiba-tiba berbalik dan melangkah pergi tanpa berpamitan atau berbicara sepatah kata apa pun. Dia bena

