Mobil yang dikendarai Reza berhenti di sebuah pemakaman. Ini bukan pemakaman umum, tapi sebuah pemakaman khusus yang hanya berisi para mendiang orang-orang kaya. Bahkan harga tanah untuk satu orang saja berkisar sampai ratusan juta, belum lagi biaya pemeliharaan tahunan dan lainnya. Aluna menatap area pemakaman itu, suasananya sangat berbeda dengan pemakaman tempat ayah dan ibunya dimakamkan. Tempat ini sangat bersih dan rapi, terlihat seperti taman surga yang dirawat dengan baik. “Ayo.” Reza menggandeng lembut tangan Aluna, mengajak wanita itu ke tempat yang sering Reza kunjungi ketika sedang terpuruk. Area pemakaman ini dibuat bertingkat. Tingkatan paling atas tampaknya adalah bagian paling mahal, karena tempat itu lebih terlihat seperti taman daripada pemakaman. Ada air mancur, tama

