“Kenapa kamu tiba-tiba bertanya tentang hal itu?” tanya Reza, keningnya berkerut, menatap Aluna lekat. “Aku cuma penasaran,” ujar Aluna. “Kalau Mas enggak mau kasih tau, enggak masalah,” cakapnya. Reza menghela napas berat, dia bangkit dari sisi ranjang, melangkah menuju jendela besar yang berada tak jauh dari tempat tidur. “Kalau aku jawab, apa kamu akan ingat sesuatu?” tanya Reza, pandangannya menatap lurus ke depan, melamunkan sesuatu yang sepertinya adalah masa lalu, sebuah kenangan yang sulit untuk dia lupakan. “Sebelum ayahmu meninggal, aku beberapa kali sempat mengunjunginya, beliau banyak bercerita tentangmu, termasuk tentang amnesia yang kamu alami,” cakapnya. “Ternyata kamu tau tentang masalah itu?” Aluna cukup kaget mendengarnya. “Ya. Aku tau sebelum menikahimu. Tapi walau

