“Mas Reza.” Aluna berusaha bergerak. Dia duduk bersandar pada kepala ranjang, kemudian menatap Reza yang berada di sampingnya. “Tadi kamu pingsan,” ujar Reza. “Aku pingsan?” Aluna mengernyit, saat itulah kepalanya terasa berdenyut sedikit. “Aku baru saja mau bawa kamu ke rumah sakit, tapi kamu sudah sadar duluan,” jelas Reza. “Aku enggak pa-pa,” ucap Aluna. “Cuma sedikit pusing aja,” tuturnya. Dia mengingat sedikit apa yang terjadi sebelum dirinya pingsan. Saat itu dia sedang duduk di balkon sambil membaca buku dan menikmati secangkir teh hangat bersama camilan. Tapi tiba-tiba kepalanya terasa berdenyut kuat, kilas balik masa lalu yang terlupakan mendadak muncul kembali dalam benaknya, itu membuat rasa sakit di dalam kepalanya semakin tak tertahankan, dan setelah itu Aluna merasa pand

