Tawaran itu terlalu menggiurkan. Siapa yang tidak senang mendengarnya. Tapi melihat ekspresi Reza, sepertinya dia satu-satunya laki-laki bodoh di dunia ini yang tidak menyukai tawaran Shopia. “Kamu gila, Shopia.” Umpatan itu meluncur diiringi helaan napas kasar. Reza tampak frustrasi. Permintaan Shopia terlalu sulit untuk dia terima. “Ya, dan aku bisa lebih gila dari ini,” ujar Shopia. Dia mengambil kopi americano-nya yang hampir dingin, lalu meminumnya sampai habis. “Kamu tahu bagaimana aku, Reza. Apa pun yang aku inginkan, akan aku dapatkan dengan cara apa pun.” Reza menghela napas berat. “Coba kamu pikirkan baik-baik, aku harap ada solusi lain yang bisa kita sepakati bersama,” ucapnya, penuh harap. “Tidak. Tidak ada solusi lain. Hanya itu solusi yang aku inginkan, dan kalau kamu tid

