Aluna bergerak mundur. Dia merasa enggan melayani suaminya itu. “Kamu terlihat cantik malam ini,” bisik Reza, kembali mendekati Aluna. “Kamu mabuk,” ujar Aluna, aroma alkohol dari Reza membuat indera penciumnya terganggu. Reza hanya tersenyum meresponsnya. Dia seolah tidak peduli dengan ekspresi istrinya. Kakinya terus bergerak maju, mendekati Aluna yang sudah terpojok di dinding. “Mas....” Aluna mendorong d**a bidang Reza, tapi kekuatannya tidak sebanding dengan pria itu. Reza masih terus mendekat hingga tangan pria itu memegang tengkuknya dan mendorongnya ke depan, membuat wajah Aluna begitu dekat dengannya. Ciuman paksa itu terjadi, Aluna memberontak, dia tidak tahan dengan aroma minuman keras yang masih terasa di mulut Reza. Tapi Reza sama sekali tidak membiarkannya lepas. Ai

