“Cemburu? E-enggak. Aku enggak cemburu,” kilah Aluna. Reza menahan senyumnya. “Ya sudah ayo makan,” ajaknya. “Kamu serius enggak pakai baju?” tanya Aluna. “Kamu bilang enggak cemburu, jadi enggak masalah kan kalau aku enggak pakai baju,” cakap Reza. “Iya, tapi....” Aluna menggigit bibir bawahnya. Bingung bagaimana harus menjelaskan perasaannya. Dia tidak merasa cemburu, tapi anehnya dia merasa tidak senang jika tubuh suaminya menjadi konsumsi wanita lain. “Aluna? Kenapa malah diam?” “Nanti kamu masuk angin Mas kalau enggak pakai baju,” kata Aluna, masih mencoba mencari alasan yang masuk akal agar Reza mau memakai baju tanpa menuduhnya cemburu. Reza tertawa renyah menanggapi tingkah istrinya yang terkesan gengsi. “Kamu lucu,” ucapnya sambil mengacak rambut Aluna dengan gemas. “Ya sud

