“Nona Shopia?” Erik terkejut melihat kehadiran wanita itu di depannya. Dia baru saja keluar dari ruangan tuannya, dan tak disangka berpapasan dengan Shopia yang sepertinya ingin masuk ke ruangan itu untuk menemui Reza. “Hai, Erik. Lama tidak bertemu denganmu. Apa kabar?” sapanya, sekilas wanita ini memang terlihat ramah. “Saya—” “Oh ya, di mana Reza?” sela Shopia. Sikap wanita itu sama sekali tidak berubah, dia terlihat ramah dengan basa-basinya, tapi sebenarnya tidak begitu peduli dengan orang yang menurutnya tidak penting. Erik sudah hafal betul sifat wanita ini, dulu saat masih kuliah bersama Reza di luar negeri, Erik selalu menjadi babunya Shopia, diperintah layaknya seorang pembantu hanya karena dulu ibunya Erik bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah Shopia. “Tuan Reza har

