Dunia bagi Mina seolah berhenti berputar. Dia seolah-olah sedang mimpi bagaimana tidak dua minggu yang lalu, Batam menjadi saksi bisu tawa dan dekapan hangat, tempat Mama merawatnya dengan kasih, wajah itu berseri-seri, penuh kehidupan di wajah Mama tapi sekarang kenapa menjadi kaku seperti ini. Seolah ini bukan Mama yang Mina kenal.Jasad di depannya ini, pucat dan diam, terasa asing. Ini bukan Mama, atau setidaknya, bukan Mama yang Mina kenal sosok yang selalu bergerak, yang suaranya selalu menjadi irama di rumah. Mama yang cerewet Mama yang selalu ingin anaknya bahagia, Mama yang selalu menyayangi ku. Mina ingin mencubit dirinya, berharap ini hanyalah mimpi seketika dia tersadar dari lamunannya saat Papa mengoyak lamunannya menjadi serpihan saat suara Papa memecah kesunyian. "Min, kenap

