47. Aku Cemburu

1333 Kata

Mina yang sedang menyisir rambutnya untuk di ikat seolah sedang menyisir beban yang tak terucapkan. Ada kabut tipis yang masih ada di matanya bekas jejak sisa Mina menangis di kamar mandi tadi. Langkah kaki Sabil mendekat, tiba-tiba Sabil menghampiri Mina dan memeluk Mina dari belakang. "Sayang, jangan murung begitu dong." Ucap Sabil yang menatap Mina dari tadi pada pantulan cermin. Dagu Sabil bersandar lembut di lekuk bahu Mina. Di sana, pertemuan leher dan bahu, kecupan-kecupan kecil berlabuh sebuah bahasa tanpa kata. "Aku disini bersama mu sayang.' Ia menarik tengkuk Mina, gerakannya penuh hasrat sekaligus permohonan maaf. Sabil tak ingin lagi ada jarak. Ia melumat bibir Mina yang beberapa hari ini terasa hampa dan tidak dia rasakan. Itu bukan hanya ciuman, melainkan upaya putus as

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN