Sepertinya mina sedang di permainkan oleh takdir hidup, baru saja dia merasakan kebahagiaannya sebentar, sekita lagi kebahagiaan itu dihempaskan dari kehidupannya. Aku benar tidak di bolehkan punya anak ? Atau aku bukanlah ibu yang tepat untuk anak ini ? Suara itu tercekat, bergetar. Ia memandang keheningan, mencari sesuatu di balik awan yang mulai cerah di luar sana sungguh luar biasa sekali indahnya sampai-sampai tidak bisa menjelaskan kejamnya nasib hidupnya ini. Kenapa Tuhan, kenapa harus aku. Pertanyaan itu bukan lagi rengekan, melainkan sebuah jeritan jiwa yang terlanjur lelah. Kenapa engkau percaya sekali sama pundak ini menanggung semuanya. Apakah belum cukup pundak ini menahan bagaimana rasa sakit dikhianati oleh suami ku sendiri, diselingkuhi di belakang ku, dipermainkan pera

