Chapter 32

1649 Kata

Chapter 32 Pintu lift terbuka lebar keduanya langsung keluar. Cristian membawa Zahra ke dalam ruangan kerja pribadinya, ruangan yang sangat luas batin Zahra. Apa lagi kalau dibandingkan dengan ruang kerjanya sendiri. "Terus, saya ngapain di sini? Ngipasin kamu gitu?" celetuk Zahra, dia bingung harus berbuat apa masa iya hanya ongkang-ongkang kaki saja. "Duduk saja dulu di sofa. Apa mau duduk di sini sama saya?" balas Cristian sambil menepuk-nepuk pahanya. Wajah Zahra sampai memerah, melihat paha Cristian dia jadi teringat kejadian pagi tadi. "Kenapa? Mikirin yang tadi?" Zahra mendengus kesal mendengar olok-olok Cristian. "Kalau mau tambah, bilang saja." lanjutnya sambil nyengir. "Criis!” teriak Zahra kesal. Cristian tergelak, puas mengerjai Zahra. "O iya, nanti lepas makan siang,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN