Chapter 48 Orang yang dapat enaknya, dia melulu yang dapat sialnya. Dalam hatinya dia berpikir esok lusa mau ganti nama biar gak kena sial berkepanjangan. Dan sekarang sudah di pastikan dia yang akan di uber-uber Bos besarnya, karena membiarkan Cristian pergi begitu saja Dobel sial jadinya. Cristian tidak mempedulikan ucapannya, ataupun ucapan saudara-saudaranya yang lain, dia membawa Zahra dan segera memasuki lift. "Kita mau ke mana, Cris?" "Ke kamar kita.” "Apa? Kamar kita?" "Hm." Zahra cengo, pikirannya masih sedikit loading mungkin efek terlalu lama dikeramaian, entah benar ketularan Anne. "Ini kamar kita, Ra." Cristian membuka sebuah pintu dan mengajaknya masuk. Zahra melongo melihat penampakan kamar yang sudah di iasi sedemikian rupa, ada banyak kelopak mawar di atas tempat

