“Seberapa akrab suami kamu sama Rani?” tanya Kai dengan nada serius. Emma melihat ke Kai. “Ada apa sih, Mas? Kok kayaknya nanya serius banget.” Kai menoleh juga ke Emma. Melihat Emma wajahnya juga serius, dia pun segera tersenyum. Tentu saja agar Emma tidak curiga. “Gak papa. Cuma nanya aja.” Emma kembali melihat depan. “Deket sejak aku dan Mas Doni tunangan. Ya gak deket langsung lah, berproses. Tapi sekarang udah akrab kok,” jawab Emma. “Oh gitu. Eh, tokonya tutup. Trus mau ke mana ini?” ucap Kai saat melihat toko tujuan mereka tutup. “Yaah ... kok malah tutup. Mana rapet lagi tutupnya. Kayaknya gak buka dari pagi itu.” “Trus gimana?” tanya Kai sambil menghentikan mobilnya, menunggu keputusan Emma. “Ke kompleks sebelah aja, Mas. Ada toko gede juga di situ.” “Ok. Kita ke sana ya.

