Bab 41. Naskah Yang Diubah

1054 Kata

Lampu-lampu studio menyorot terang, meninggalkan bayangan panjang di lantai marmer putih. Kru tampak lalu-lalang membawa properti. Disisi lain, suara sutradara terdengar memecah kesibukan, ditambah dengan aroma makeup bercampur dengan bau kain baru memenuhi udara. Ranya duduk diam di kursi rias, membiarkan hairstylist menyempurnakan rambutnya. Tidak ada ruang rias khusus hari ini. "Ugh." Ranya mengeluh pelan saat luka di telapak tangannya terasa nyeri. Tangan Ranya bergetar sedikit saat menggenggam ujung rok satin yang harus dia kenakan saat ini. Luka di telapak tangannya masih belum pulih sempurna masih memerah di balik perban tipis yang melindungi lukanya. Hari ini jadwalnya hanya untuk syuting sebuah adegan yang seharusnya sederhana, tapi Ranya tahu kebetulan seperti ini tidak pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN