25

1787 Kata

Rebbeca duduk di samping jendela, langit masih gelap tapi dia sudah memulai perjalanan balik ke Jakarta menggunakan kereta. Sejak menerima telepon itu, Rebbeca bergegas merapikan semua barang bawaannya—berlarian ke rumah Mbak Ida yang kebetulan anak dan suami bisa mengendarai motor, dan mau mengantar dia dan Jevin ke stasiun untuk mengejar keberangkatan pertama. Iya, Jevin juga ikut pulang ke Jakarta—pria itu berkeras menemani Rebbeca. Katanya, kita tanggung semua risiko bersama. Harusnya d**a Rebbeca berdebar, tapi yang terjadi gelisah merundung Rebbeca.             Itu siapa? Kamu di mana?             Sapaan ketus dan menuntut Martin terus berputar dalam benaknya bagaikan berita berjalan di bagian bawah siaran TV. Untuk apa pria itu datang? Tidak mungkin karena masalah perceraian, dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN