26

1117 Kata

Sudah enam jam berlalu sejak pertemuan dengan suami Rebbeca di lift, Jevin tidak bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya. Seberapa keras dia berusaha, tidak ada titik cerah. Apartemen di sebelahnya terlalu sunyi. Apa yang terjadi di sana? Apakah semua baik-baik saja? Pertanyaan itu terus berputar tanpa jawaban. Dengan gelisah Jevin memutuskan pergi dari apartemen menuju ke satu rumah. Begitu sampai dan pintu terbuka, dia langsung lari menuju ke lantai dua. Ke sebuah kamar yang disulap menjadi kantor. "Gila lo!" Cuma kata itu yang berhasil lolos. "Sumpah! Lo gila, dan gue lebih gila karena setuju!" "Jev...?" Jevin mendesah. Dia tidak tahu perasaan apa yang bercokol di hatinya saat ini. Dia bingung harus marah pada pria itu, atau marah pada diri sendiri. "Kenapa lo nggak bilang ini Reb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN