28

1101 Kata

Jevin turun dari mobil, langkah demi langkah diisi satu rasa; gundah. Dia tidak boleh berhenti, tapi mau berhenti. Jadi dia ke rumah ini---ke tempat yang mungkin bisa mengembalikan keteguhan hatinya. Sudah terlalu malam untuk bertamu, tapi Jevin tetap mengetuk kuat-kuat pintu rumah. Butuh waktu sekitar sepuluh menit sampai pintu terbuka, dan seorang perempuan setinggi 168cm—berambut ikal sepundak—dengan kulit cokelat eksotis menyambut Jevin dengan senyum tipis. Jevin menahan napas, perempuan itu—Yolan, kelelahan---baik fisik dan mental. "Jev... Tumben ke sini nggak kasih kabar dulu." Butuh beberapa detik bagi Jevin menormalkan kembali napasnya, menjawab dengan santai. "Kebetulan lewat. Kangen Asia. Suami kamu belum pulang?" "Mungkin belum nutup point." Ini satu dari banyaknya alasan Je

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN