11

1406 Kata

Rebbeca membiarkan tangan kokoh Jevin tetap berada di wajahnya, membiarkan ketenangan merayapi hatinya. Untuk sejenak Rebbeca ingin merasa sedikit terbebas dari kesakitan dan kekecewaan yang membelenggu hatinya. Selama setahun tidak ada yang bisa dia ajak berbagi. Tidak ada yang bisa mendengarkan kegetiran hatinya dan menenangkan. Dia tidak bisa merengek ke keluarganya, karena dipastikan keluarganya akan menyalahkan pilihannya menikah dulu. Dia tidak bisa pula mengadu ke dua sahabatnya di Jakarta, karena tidak mau dua wanita bar-bar itu nekat terbang ke Atlanta—mendatangi Martin—memukul suaminya itu dan membuat semuanya jadi tambah rumit. "Beca..." Jevin menarik mundur tangan dari wajahnya, lalu berlutut di sampingnya. "Apa yang harus aku lakukan untuk mengembalikan senyummu seperti dulu?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN