19

1454 Kata

Rebbeca tidak mampu memandang wajah Jevin, jadi dia hanya memperhatikan tangan bergetar yang mencoba merangkum kuat-kuat jarinya. Rebbeca mengembuskan napas kasar. Lalu menyingkirkan tangan dari d**a Jevin dan melepaskan tautan tangan mereka. Rebbeca mundur tiga langkah sambil memejamkan mata. "We're done." Rebbeca membuka mata dan tersenyum datar. "Done? Kita belum memulai apa-apa, Bec!" Nada suara Jevin semakin gusar. Mata pria itu berkilat tidak suka. "Kamu yakin dengan ini? Kamu benar-benar mau aku pergi sekarang?" Napas Jevin berderu tidak terima. "Bahkan setelah pengakuan dariku, kamu nggak mau berjuang sama aku—walau sebentar?" tanya Jevin. Terlihat jelas pria itu susah payah menahan air matanya. Dan, hati Rebbeca terkoyak. Rasa bersalah menyatu dengan marah. Berputar-butar di h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN