bc

Nagisa

book_age18+
25
IKUTI
1K
BACA
sex
forced
dominant
goodgirl
drama
tragedy
sweet
first love
friendship
lonely
like
intro-logo
Uraian

[ Nagisa ]

Sinopsis.

"Kita putus..."

Kata-kata yang singkat namun menyakitkan, terucap dari seorang pria bernama Adam. Wanita berusia 22 tahun bernama Nagisa langsung terdiam tak bisa mengatakan 1 katapun ketika sang kekasih memutuskan hubungan mereka secara sepihak dengan alasan, 'bosan.'

"Ini baru sebulan."

"Terus?"

"Ki-kita, baru pacaran 1 bulan, kau minta putus alasan bosan? Bosan kenapa? Aku selalu baik padamu, Dam."

"Baik? Baik tu percuma kalau kau cuma sibuk kerja. Waktu ku tak cuma jemput kamu sama nunggu kamu aja, Nagi!"

"Tapi, Dam. Aku lakuin ini juga buat masa depan kita. Kau kerja aku kerja, 'kan nanti kita bisa lebih baik jalanin rumah tangga."

"Udahlah, mending kita putus aja. Aku bosan tiap hari seperti ini terus, Oh iya Nagi...makasih udah pijemin uang mu."

"..."

"Nagi...selamat tinggal."

'Padahal dulu dia baik sama aku...'

.

.

.

.

Note : Ini cuma dialog pas Nagisa di putusin cowoknya...sebelum kenal ma Reza.

Baru ringkasan cerita sih, yah, mudahan Nagisa gak salah pilih pacar lagi.

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1. Nagisa
Bab 1. Nagisa . . . . Reza Nugraha, seorang pria usia 25 tahun melihat seorang wanita yang tak jauh dari hadapanya dengan tatapan matanya yang tajam. Wanita itu tak menundukkan kepalanya, ia membalas dengan cara menatap tegas. "Kamu sudah memenuhi sarat, aku berani memberimu gajih 10 juta." "10 juta?" "Kenapa? Kurang banyak?" "... Itu sangat banyak dan terimakasih Pak," kata Nagisa. "Jangan panggil aku Pak. Panggil Bos saja." "Pak Bos..." "Bos saja sudah cukup." "Baik Bos." "Kamu lumayan jadi sekertaris... ikut aku berkeliling." Reza Nugraha beranjak dari duduknya sembari menekan meja kerja berwarna hitam dengan tangan kanan. "Oh'iya, apa kamu sudah punya pacar?" "Ehmm, maaf...pertanyaan anda terlalu pribadi." "Jawab saja apa susahnya?" "Saya sudah punya pacar." "Padahal pacaran cuma akan jadi pengganggu karir mu." 'Kenapa dia tanya masalah pribadi tiba-tiba?' kata batin Nagisa. Nagisa mendapatkan jabatan sebagai sekertaris pribadi Reza Nugraha. Pria yang berwajah tampan dan berekspresi tegas, tinggi dan terlihat atletis walaupun tertutup oleh setelan jas hitam. Kancing atas kemeja nya sengaja tak dia kacingan dan tak mengenakan dasi agar terlihat lebih rapi. Seorang wanita yang terlihat mencolok selain tubuhnya yang ramping, ia juga memiliki wajah yang cantik, kulit yang putih, rambut sedikit bergelombang panjang sampai pinggul. "Bos, saya boleh izin sebentar?" "Kemana?" "Kamar mandi." "Cepatlah." "Terimakasih, Bos." Alasannya Nagisa ke kamar mandi adalah karena ingin menelpon pacarannya untuk memberitahu kalau ia sudah diterima kerja di PT. Nugraha. "Cepatlah, Dam." Tuuuuttt.... Clekh. "Halo, Dam." "Iya, Sayang ada apa?" "Aku sudah diterima kerja!" "Oh, bagus kebetulan aku sedang butuh dana untuk usahaku." "Usaha mu masih kurang modal lagi?" "Iya, kamu bantu aku lagi ya? Kamu pasti mau bantu aku lagi kan?" "Pasti aku bantu memangnya perlu berapa?" "Wah, pacarku memang pintar langsung ke intinya. Sedikit cuma 5 juta ada kan?" "Ada sih di tabungan ku, aku transfer nanti ya." "Oke, makasih Sayang...aku makin cinta kamu kalau seperti ini makin baik tak pelit." "Pintarnya merayu, aku tutup dulu telponnya ya, aku cuma kasih kabar itu saja." "Iya, Sayang." Tuuuth... Nagisa buru-buru keluar dari kamar mandi lekas menumui Bos nya yang kesal karena menunggu terlalu lama. "Maaf Bos, saya terlalu lama." "... Kita harus cepat," kata Reza, dan melangkahkan kaki nya menuju pintu keluar kantornya. "Hari ini ada pekerjaan ringan kau ikut saja dengan ku, dan besok kau mulai bekerja serius." "Baik. Saya mengerti, Bos." 'Untung Bos tidak marah, cuma ekspresi nya saja kesal,' kata batin Nagisa. 'Dia ini kelihat kalem bagus untuk di rusak,' kata batin Reza. Tujuan Reza adalah PT. Wijaya milik sahabatnya, setiap Reza tidak ada kegiatan ia pasti pergi kesana, kesibukan Reza semua sudah ia selesaikan kemarin dan waktunya untuk bersantai. Supir pribadi Reza bernama Samsul, Samsul sudah lama menjadi supir pribadi sejak ayah Reza yang memimpin PT. Nugraha. "Tuan Reza, nona itu sekertaris baru anda lagi," kata Samsul terdengar tidak sopan namun dibalas senyum oleh Reza. "Bapak mulai lagi," kata Reza. Nagisa tak menyangka kalau Bos nya begitu akhrab dengan supir yang sudah hampir sekitar usia 50. "Yang ini kelihat baik ketimbang yang lain kelihatan terlalu menor." "Namanya saja jaman nya Pak." "Hahaha...iya, ya jamannya sudah beda kalau dulu jaman Bapak, kalem semua seperti nona ... Siapa nama mu nona?" "Saya, Nagisa." "Lengkapnya?" "Cuma Nagisa saja Pak." "Wah, langka nama tunggal jaman sekarang, ahahahha..." "Pak, Fokus," kata Reza. "Ini Bapak masih fokus, tuan Reza santai saja." "... Masih saja suka bercanda." Reza dan Samsul si supir terlihat sangat akhrab karena Reza sudah anggap sebagai anggota keluarga. Sesampainya di PT. Wijaya, Reza mengajak Nagisa turun dari mobil setelah sang supir membuka kan pintu. Reza dan Nagisa masuk dalam kantor PT. Wijaya. Banyak karyawan yang melihat kearah Reza, siapa tak mengenal Reza Nugraha yang lebih kaya dari Bos mereka? PT. Wijaya masuk dalam urutan kedua di bawah PT. Nugraha, keduanya bersaing secara adil karena sang pemilik sudah menjadi sahabat semenjak di bangku kelas 6 SD. "Kevin, ada di ruangannya sekarang?" "Ada tuan. Bos, susah menunggu anda di ruangannya." "Mmm..." Reza menoleh kebelakang menyuruh Nagisa mengikutinya. "Ayo, jangan bengong." "Iya, Bos..." Reza masuk tanpa mengetuk pintu, di ruangan kerja kini terlihat seorang pria sedang berciuman dengan sekertaris nya. Nagisa hampir teriak karena terkejut. "Oh, My Bro, kebiasaan masuk main nyelonong." "Sekalian kau tidurin saja di kantor." "Hahahaha....kelewatan itu namanya." "Bos, saya permisi dulu," kata sekertaris yang malu karena ketahuan. Kevin Putra Wijaya hanya tersenyum dan mengizinkan. "Ya, nanti lagi kita lanjutin." "Ba-baik Bos..." Sekertaris itu buru-buru keluar dan melewati Reza yang menatap dengan tajam seperti ingin membunuh orang yang dibenci. Nagisa sampai berpikir apa dia akan diperlakukan seperti itu oleh Bos nya tapi Nagisa menampik karena Bos nya kelihatan lebih baik. "My Bro, itu barang baru ya?" "Iya, kau mau pakai juga?" "Hahaha...malas nanti di patok harga malah." "Mmm...murah buatmu." Nagisa sampai gemetar, Bos nya dan Bos yang jadi lawan bicara Reza, mereka berdua menganggap Nagisa seperti barang. "Bos, saya berhenti. Saya lebih baik tidak jadi kerja." "Boleh saja...asal bayar 10 kali lipat dari gajih mu." "Apa! Saya baru kerja belum dapat gajih suruh bayar 10 kali lipat kalau mau berhenti?" "Mm..." "Hahahha, licik terus, My Bro." "Tadi saya baca di kontrak kerja tidak ada tulisan kalau ingin berhenti bayar harus ganti rugi!" "Ya, tulisannya ada dibelakang kertas." "Ha!" "Jangan berpikir mau lapor polisi, nanti bisa mati," kata Kevin tiba-tiba. "Ma-mati?" Reza Nugraha yang kelihat tampan dan mapan, ia memiliki hobi yang aneh begitu juga sahabat. Mereka berdua punya hobi yang tidak normal dan seperti berkedok dari balik nama besar mereka berdua. Reza menggenggam kasar pergelangan tangan kanan Nagisa. Nagisa tak mungkin bisa kabur dari 2 orang Bos yang gila dengan cara pikir mereka. "My Bro, aku pesan hotel dulu, kalau deal harga." "Disini saja, hotel kurang menarik." "Okelah, mudahan sekertaris mu tak mengecewakan." "Tol-." Reza membekap dan berbisik, "berani teriak berati mau mati." . . . . Bersambung. Note : Sorry kalau cerita nya aneh, maklum cerita dewasa tak jelas. Aku update awal biar besok bisa nulis Agus Baron.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

SEXRETARY

read
2.3M
bc

Si dingin suamiku

read
501.2K
bc

CRAZY OF YOU UNCLE [INDONESIA][COMPLETE]

read
3.2M
bc

Dear Pak Dosen

read
434.3K
bc

f****d Marriage (Indonesia)

read
7.1M
bc

My Sweet Enemy

read
49.2K
bc

PERFECT PARTNER [ INDONESIA]

read
1.3M

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook