27

1852 Kata

Ada apa ini Frey...kau masih marah padaku sampai membalas pesan ini saja tidak mau. Dasar menyebalkan. Aku merindukanmu. Balas. Balas. Sekarang. Tolong. Aku akan datang ke rumahmu. Freya membaca pesan-pesan itu dengan perasaan sedih. Sesekali diusapnya air mata yang jatuh membasahi layar ponselnya. Ia lalu mengintip rembulan yang ditutupi sedikit awan hitam. Malam ini dingin, dan Freya berharap rasa dingin itu bisa membekukan hatinya, sehingga ia tidak perlu merasakan sakit ini. “Kau boleh menamparku berkali-kali, asal jangan abaikan aku seperti ini, Frey,”  seru Axel, yang tahu-tahu muncul di hadapannya. Rambutnya berantakan, dan ia masih mengenakan kemeja tadi pagi. Freya memerhatikannya sejenak, kemudian memalingkan wajah. Freya tidak yakin apakah dia mampu menyelesaikan masala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN