Sekar masuk ke dalam kamarnya setelah mengantar Bayu sampai di depan rumah, itu adalah kebiasannya sebelum Bayu berangkat ke kantor. Kali ini tekatnya sudah bulat, dia akan meninggalkan Bayu. Dia tidak mau membebani Bayu, biarlah Bayu menikah dengan perempuan yang bisa memberinya keturunan. Sejenak Sekar memandangi foto pernikahannya yang terpajang di tembok, foto pernikahan 2 tahun yang lalu. Sekar beralih pada album di laci meja, disana juga terpajang foto-foto kebersamaannya dengan Bayu yang diabadikan saat mereka masih pacaran hingga liburan terakhir di puncak kemarin. Sekar menangis menatap sederet foto yang terpajang, dia membungkam mulutnya untuk meredam suara tangisnya. "Aku cinta sama kamu Bayu, cinta banget. Aku mau kamu bahagia," Sekar mengambil satu foto pernikahannya den

