22. Restu ibu [ Panji-Kania ]

1235 Kata

Gisel tertawa geli sekaligus merinding mendengar suara dari dalam kamar mandi, sepertinya Aldo benar-benar menuntaskan hasratnya disana. Gisel kembali memejamkan matanya saat terdengar pintu akan dibuka, langkah kaki Aldo berjalan mendekati Gisel. Dia berjongkok di hadapan wajah Gisel. "Udah tidur," gumam Aldo. Dia menarik selimut sampai ke batas d**a kemudian mengecup dahi Gisel lembut. "Selamat tidur sayang, aku cinta banget sama kamu. Semoga mimpi indah." Saat terdengar suara pintu tertutup, barulah Gisel membuka matanya. "Aku juga cinta sama Kak Aldo." *** Kania hendak keluar kamar untuk ke kamar mandi, namun langkahnya terhenti saat mendengar pembicaraan Panji dan Aminah. Dia memasang telinga agar bisa mendengar pembicaraan mereka dengan jelas. "Kamu kenapa gak bilang dulu sam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN