Gisel berulang kali membenahi posisi tidurnya, seluruh badannya terasa pegal. "Mas," Tidak ada pergerakan dari Aldo, laki-laki itu masih nyenyak dalam tidurnya. "Mas Aldo, hiks." Gisel menangis, badannya terasa pegal dan perutnya semakin sakit. Gisel mencoba bangun dari tidurnya, jam masih menunjukkan pukul 11 malam. Dia mencoba menarik nafas berulang kali, tangannya aktif mengusap perutnya, berharap rasa sakit akan menghilang. "Sshhhh," "Sel?" Aldo menatap Gisel dengan heran, "Kamu kenapa gak tidur?" Gisel menggeleng, "Perut aku sakit, hiks. Sakit banget." Aldo langsung membuka matanya, dia duduk menghadap Gisel, tangannya ikut mengusap perut Gisel. "Sshh, sakit banget." "Apa kamu mau ngelahirin ya?" "Gak tauu, panggil mama aja mas. Aku udah gak kuat," lirih Gisel. Dengan cepa

