"Gisel, jangan pergi. Sel," Vania menepuk pelan bahu Aldo, Aldo tampak gelisah dalam tidurnya. Peluh membasahi dahinya. "Do, bangun. Kamu kenapa?" Mata Aldo mengerjap berulang kali, dia memperhatikan sekelilingnya. Kemudian menghembuskan nafas lega. "Kamu mimpi buruk?" Tanya Vania. Aldo mengangguk, kemudian menatap kedua anaknya secara bergantian. "Aldo takut mah, Aldo gak bisa hidup tanpa Gisel." Sekarang Vania sedikit tau apa yang dimimpikan Aldo, dia mengusap-usap bahu anaknya bermaksud untuk menenangkan. "Itu cuma mimpi, bunga tidur. Udah jangan terlalu dipikirin, Gisel masih di ICU. Kamu banyak-banyak berdo'a aja buat kesembuhan Gisel ya." Aldo mengangguk. "Udah makan?" "Belum, tadi baru dicariin makan sama Bayu. Gak tau sekarang orangnya kemana?" "Udah sholat?" "Udah," B

