Lanya tidak percaya rencana kala itu akan berakhir seperti ini. Ketika ia berulang kali mendengar saran bahwa hal-hal yang menyangkut keselamatan segolongan orang itu tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa, ia tak percaya akan termakan dengan situasi itu. Tentu, ia juga sadar akan betapa terburu-burunya ia dan kawan-kawan dalam mengeksekusi rencana menjemput David, tetapi situasi kala itu sedang mendesak, dan Lanya maupun Brian yakin nasib Sekolah Perang sudah diambang batas. Namun, seandainya mereka mau bersabar sejenak dan kembali ke Kamp Sektor terlebih dahulu, pasti San tetap ada bersama mereka sekarang. Omong-omong, sudah satu bulan sejak kejadian itu. Lanya bahkan tak sanggup menjabarkan apa itu. Kau sendiri pasti sudah tahu. Seiring dengan berlalunya waktu, kekalutannya memang
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


