Brian mengantar Dana untuk menemui Kapten Rohan sebelum jam makan siang, dan mereka kembali dengan wajah berseri-seri. Mereka bergabung ke meja makan siang Lanya dan Stefan dengan senyum lebar. “Luar biasa,” komentar Brian. “Rohan mengiyakan saja tanpa banyak bertanya.” “Aku yakin karena Brian mengucapkannya dengan begitu persuasif,” kata Tommy. Ia juga baru bergabung dengan mangkuk nasi yang agak keras dalam rendaman kuah bawang. “Kapten Rohan sudah pasti menurut-nurut saja kalau yang berbicara adalah Brian.” Lanya menyeringai. Ia menyenggol Brian dengan hati berbunga-bunga. “Memang apa yang kau katakan?” “Tidak banyak,” kata Brian sok merendah. Ia mengedikkan dagu kepada Dana. “Aku hanya menyampaikan apa yang Dana jelaskan kepada kita tadi pagi, menyoal kepentingan penawar virus itu

