Mata Aksa menggelap, dipenuhi emosi yang tak dapat ia kendalikan lagi. Merasa tak terima akan perlakuan Adara padanya, laki-laki itu mengarahkan tangannya ke leher gadis itu. Sepenuhnya, Aksa tak lagi sadar apa yang ia lakukan. Ia tersenyum bahagia melihat betapa menderitanya seorang Adara. Gadis yang membuatnya tergila-gila, gila dalam hal sebenarnya. Membuatnya melakukan apa saja agar Adara tetap bersamanya. "Ayo memohon sama aku, Adara," wajah Adara memerah, nafasnya tertahan oleh tangan Aksa. "Ayo, sayang, memohon," Aksa memperhatikan dengan jelas bahwa bibir Adara bergerak, berusaha meraup oksigen yang ia bisa. "Pe-rsetan!" Walau Adara mengucapkannya dengan nafas tersendat, Aksa dapat mendengarnya. Dan ucapan Adara berhasil membuat seorang Aksa lebih marah dari sebelumnya. Tan

