Hal pertama yang Aksa lihat ketika ia tersadar adalah langit-langit putih diatasnya. Dia menolehkan kepala, menatap satu persatu apapun yang berada disana. Aksa masih belum sadar sepenuhnya. Namun satu yang ia yakini saat ini dia tengah berada di kamarnya. Aksa mengangkat tangannya. Melihat ada selang infus disana. Badannya letih. Beberapa detik masih berusaha mengumpulkan ingatannya, mata Aksa terbuka lebar. Tanpa peduli dengan kondisinya, cowok itu berusaha berdiri, turun dari kasurnya. Beberapa pelayan yang ada disana terkejut, berusaha membuat Aksa tidur kembali. Namun, Aksa memberontak. "Tuan harus istirahat," ucap mereka menahan tangan Aksa. "Nggak! Gue nggak mau! Lepas sialan!!!" teriak Aksa. "Adara! Mana Adara?! ADARA!!!" Aksa makin memberontak ketika ingatan terakhirny

