13. Mulai bergerak [3]

1033 Kata

Aji mengumpat sekuat-kuatnya dalam hati. Dengan marah, cowok itu memukul-mukul tembok keras disisi kamarnya, tidak peduli setiap pukulannya menghasilkan lebam baru ditangannya. Aji menatap bayangan Adara yang sudah menjauh dari rumahnya lewat jendela. Beberapa saat yang lalu Adara memberikan kabar bahwa reuni nanti akan pergi bersama Aksa. Pacarnya. Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Adara membuat pikiran Aji mendadak kosong. Semenjak sahabatnya itu punya pacar, Aji merasa Adara begitu sulit ia jangkau. Walaupun rumah mereka bersebelahan bahkan hampir bicara setiap hari, namun tetap saja rasanya berbeda. Dekat namun terasa jauh. Jika dulu obrolan mereka hanya tentang 'mereka' sekarang pembicaraan Adara selalu mengenai 'Aksa, Aksa dan Aksa'. Aji tidak mengerti. Dia juga bebera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN