14. Reuni

1010 Kata

Entah ini hanya perasaan Adara, atau memang benar mobil yang ia tumpangi begitu lambat. Mata gadis itu menatap keluar jendela kaca disampingnya, melihat jalanan yang tidak terlalu ramai seperti biasanya. Aksa yang menyadari pertanyaan tersirat Adara mendadak menoleh sekilas. "Ra," panggilnya pelan. Adara menatap Aksa. Wajah cowok itu entah kenapa terlihat lucu dimatanya. Aksa mengigit bibir bawahnya namun tatapannya datar. Ekspresi yang cukup aneh. "Kenapa?" Aksa menoleh lagi. "Kamu dandan, ya?" Mendengar pertanyaan itu Adara mendadak menegang. Ia tanpa sadar mengusap pipinya yang ia polesi bedak dan blush on yang tipis. "Iya, kenapa?" "Besok, kalau mau pergi keluar, jangan dandan lagi, oke?" kata Aksa kali ini tanpa menoleh. Adara meremas tangannya. Entah kenapa, perkataan aban

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN