CURI PERHATIAN

891 Kata

Ardhan tengah duduk, sembari menatap gadis dihadapannya. Siapa lagi kalau bukan Andine, setiap pulang sekolan Ardhan selalu mengantar Andine kerumah, bahkan berlama-lamaan dirumah Andine. Ibarat dirumah sendiri, Ardhan makan, mandi, tidur sesuka hatinya, datang semaunya dan pergi seenaknya. "Din," lirih Ardhan kepada gadis yang sibuk dengan ponselnya. Andine melirik kearah Ardhan sejenak, lalu berdehem kemudian matanya kembali teralih ke ponsel di genggamannya. Ardhan menghela napasnya,"Pacar lo itu gue Din, bukan ponsel," Andine menatap kearah Ardhan yang dari tadi sibuk mencari perhatian. Ardhan berkeluh kesah," Din denger enggak sih?" laki-laki itu memanyunkan bibirnya kearah Andine, Andine benci itu, benci wajah menggemaskan milik Ardhan. "Denger Dan denger, gak budeg gue," namun m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN