CEMAS

992 Kata

Kalau Ardhan, geger otak gimana? Kalau Ardhan Buta gimana? Kalau Ardhan amnesia gimana? Kalau Ardhan gak ketolong gimana? Andine sibuk berceloteh sendiri seraya ber jalan melalui lorong-lorong rumah sakit. Hinggaplah beberapa kemungkinan-kemungkinan buruk di pikirannya, akan ke-khawatiran gadis itu terhadap Ardhan. Ia semakin mempercepat langkahnya, dengan mempererat kedua telapak tangannya karena takut. Napasnya terdengar naik turun dan memburu, ia menggigit bibir bawahnya ketika menatap pintu ruang rawat intensif Ardhan. "Ardhan gimana?"pertanyaan itu membuat Athaya dan Abel yang tadinya tengah duduk di luar hanya menggeleng,"Masuk aja langsung Dine," ucap Abel terdengar lirih.  Andine mengangguk pelan, ia melangkah kakinya kecil sembari menunduk menatap ujung sepatu miliknya. Bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN