“Rose yang diucapin Ana itu beneran? Kamu ketemu sama mate kamu? Serius?” Tanya Nancy yang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya sama sekali. “Udah jangan percaya sama ucapan Ana, sekarang kalian bersiap untuk pergi ke tempat yang sudah ditentukan, jangan lupa lihat siapa yang menjadi pengkhianat, mereka yang menjadi pengkhianat harus siap mendapatkan hukuman yang setimpal.” Semua mengangguk dan bergegas menuju kamar masing-masing, saat Rose akan berjalan ke arah kamarnya Joan langsung menarik lengan Rose untuk berhenti berjalan. Rose mengerutkan keningnya melihat ekspresi Joan yang tidak biasa. “Kamu baik-baik aja Joan? Kenapa natap aku kayak gitu hm?” Tanya Rose yang risih dengan tatapan Joan, lengan Rose berusaha untuk terlepas dari genggaman Joan. “…” “Tolo

