Indahnya kebersamaan

1465 Kata
Semenjak kejadian saling memaafkan hubungan mereka kembali baik , Tiara juga sudah mulai memaafkan , di balik sebuah pertemanan seharusnya tercipta hubungan yang saling melengkapi ,saling menyokong dan menguatkan, bukan lingkaran pertemanan yang toxic tidak memberikan hubungan yang positif terhadap kehidupanmu dan akan selalu membawa efek negatif terutama fikiran dan mental dimana lingkaran pertemanan yang hanya membuat sakit hati, iri, seolah bagai racun yang membunuh jiwa. Maka carilah dimana kau bisa di hargai dan dimana kau merasa nyaman dan di dukung, dimana mental seakan bahagia, karena yang tahu hanya dirimu yang bisa menilainya. Waktu berlalu begitu sangat cepat seakan terkikis oleh memori – memori yang terbatas di ingatan, baru kemarin rasanya Afifah datang untuk pertama kalinya ke Jakarta untuk menuntut ilmu dan sekarang waktu sangat dekat dimana ilmu yang ia dapatkan selama hampir beberapa bulan di uji, Ya tepatnya minggu depan mereka sudah harus mengadakan ujian semester. Nah begitu banyak persiapan yang harus Afifah persiapkan agar nilainya bagus. Ia tak mau jika perjuangan yang telah ia perjuangkan selama ini berakhir sia – sia, dimana ia telah mengorbankan air mata, kehilangan waktu bersama keluarga serta kampung halaman yang sangat ia rindukan. Nah sebelum menghadapi ujian semester , Kali ini Afifah dan Tiara beserta juga Mila mengadakan hang out, dimana tempat yang dijadikan bukan di kafe ataupun restoran melainkan di tanah lapang yang terbuka. “ Fah ini agak di tarik sikit, melengkung tengahnya soalnya” ujar Mila . Mereka menggelar kain lebar selebar 2 x 2 meter sebagai alas mereka duduk, Setelah kain di gelar , mereka menata makanan dan cemilan ringan yang mereka bawak dari rumah masing – masing. Setelah waktu membawa kepada hampir permusuhan dan kini semua telah berubah menjadi jalinan persahabatan yang saling mengingatkan dalam kebaikan. Mencari sahabat janganlah berdasarkan kepentingan semata yang sesaat, tetapi demi kemaslahatan bersama yang abadi, maslahat di dunia, terlebih maslahat dan manfaat di akhirat. Perumpamaan kawan yang baik dan yang jelek bagaikan pembawa misik atau minyak wangi dengan peniup api tukang besi, maka yang membawa misik adakalanya memberimu atau engkau membeli padanya, atau mendapat bau harum daripadanya. Adapun peniup api tukang besi, jika tidak membakar bajumu atau engkau mendapat bau yang busuk dari padanya. Afifah juga pernah mendengar bahwa jika engkau punya teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskan. Karena mencari teman baik itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali. Lalu, perbanyaklah sahabat-sahabat mukminmu, karena mereka memiliki syafaat pada hari kiamat. Seorang teman akan menjadi penerang bagi kita menyelesaikan masalah, apabila kita berteman atas dasar agar selalu dekat dengan Allah. Afifah sudah menemukannya, walau hanya satu, Tiara sudah mampu mengambil semua aspek yang ada. Mencari sahabat yang baik di zaman sekarang bukanlah perkara mudah mengingat kemajuan teknologi yang membuat manusia sibuk dengan dunianya sendiri. Kebanyakan orang tidak lagi memperhatikan dengan siapa ia berteman. Padahal, teman yang baik dapat memberikan syafaat atau pertolongan pada hari kiamat. Rasulullah berkata jika seseorang bergantung pada agama teman karibnya. Karena itu, hendaknya memperhatikan siapa yang harus dijadikan teman karib. Afifah melirik Tiara. Semoga Tiara memang benar sahabat jannahnya. Semoga ia tidak akan berubah nantinya, tetap seperti ini, tetap menjadi iara yang sebagaimana mestinya. Penting juga untuk kita untuk lebih seleksi dalam memilih pertemanan, karena pertemanan pengaruhnya besar bagi akhlak kita, Agama seseorang tergantung agama teman dekatnya . Rasulullah menjadikan teman sebagai patokan terhadap baik dan buruknya agama seseorang. Oleh sebab itu Rasulullah memerintahkan kepada kita agar memilih teman dalam bergaul. Mereka duduk bersama di bawah pohon rindang menikmati angin semilir menerpa hijab mereka. “ Dimakan lah we masak dari tadi aku mulu yang makanin” ujar Tiara sembari mengunyah keripik kentang. “ Kamu mah Fah gak heran” Tiara terkikik geli setelah mengucapkan kata itu. “ We kita foto – foto yuk , mumpung aku bawak Tripod nih” ucap Mila heboh , ia menata kamera tepat di depan kain yang di gelar. “ Ayoklah “ ucap Afifah paling semangat. Mereka mengatur posisi yang paling pas, Afifah memegang gelas yang di letakkan di bibirnya dengan kaki sedikit di naikan satu. Mila dengan posisi kaki bersedekap dan tangan memegang Lays . Sedangkan Tiara berfose biasa dengan tangan membentuk huruf V. Mila sedikit mengarahkan telapak tangannya sebagai tanda klik kamera, sebelumnya Handphonenya telah di stel dengan mode telapak tangan. Setelah hasil jepretan yang cukup banyak, dengan berbagai fose yang lucu dan sedikit kaku, padahal ngebathin jika hasilnya pasti bakalan bagus namun kenyataannya tak sesuai realita yang ada. Malah hasil potretan cukup kacau walaupun tidak semua. Ibarat satu ukuran penuh namun hanya seperempat yang di pakai. “ Mil ... mil liat Dong hasilnya” ujar Afifah heboh . Mila menyerahkan handphonenya kepada Afifah. “ issh .. issh Mil hapus dong yang ini masak jelek banget ekspresiku” ujar Afifah cemberut melihat hasil jepretannya yang terlihat posisi Afifah tangan di hidung seperti orang habis membersihkan kotoran hidung, padahal posisi itu ia lagi menggaruk hidungnya yang gatal tapi Mila malah memfotonya. “ Hahaha , gapapa kali Fah biarin aja jadi kenang – kenangan suatu saat nanti” “ Aih Mil kok kamu malah ngomong kayak mau kemana aja” celetuk Tiara. “ Hmm.. Makasih ya Fah Ra udah mau jadiin gue bagian dari pertemanan kalian. “ menatap Afifah dan Tiara bergantian. “ Kalian kan tau sebab asal mula hinggan menjadi begitu sangat pendiam dan tertutup, dan aku sangat begitu trauma dari yang namanya pertemanan, aku berfikir jika aku hidup sendiri aku akan lebih baik, namun sayangnya itu malah semakin memperburuk semuanya, Aku malah di cap sebagai orang yang aneh, padahal aku tidak aneh hanya saja aku tidak mau terlalu berdekatan yang ujungnya penghianatan. Namun berkat kalian aku kembali bangkit dan aku ngerasa jauh lebih baik kondisiku dari sebelum – sebelumnya” ucap Tiara panjang lebar sambil menitikkan air mata. Tiara dan Afifah yang melihat itu refleks memeluk Mila ,memberikan pelukan bahwa dia tidak mengalami sendiri melainkan ada mereka berdua yang selalu merangkul. “ Udah Mil jangan sedih, mari sama – sama menguatkan dan mengingatkan dalam kebaikan” ujar Tiara. “ Iya Mil bener kata Tiara, in syaa Allah persahabatan kita until jannah” sahut Afifah. “ Aamiin “ jawab Tiara dan Milq bersamaan. **** Pergaulan sangat mempengaruhi kehidupan seseorang. Afifah yakin itu. "Dampak buruk akan menimpa seseorang akibat bergaul dengan teman-teman yang jelek, sebaliknya manfaat yang besar akan didapatkan dengan bergaul dengan orang-orang yang baik. Banyak orang yang terjerumus ke dalam lubang kemaksiatan dan kesesatan karena pengaruh teman bergaul yang jelek. Namun juga tidak sedikit orang yang mendapatkan hidayah dan banyak kebaikan disebabkan bergaul dengan teman-teman yang shalih. Intinya, berteman dan mengakrabkan diri dengan yang baik, maka kita akan tertular. Bener, kan, Ra?" "Bener, Fa. Imam An Nawawi menjelaskan bahwa terdapat permisalan teman yang shalih dengan seorang penjual minyak wangi dan teman yang jelek dengan seorang pandai besi. Keutamaan bergaul dengan teman shalih dan orang baik yang memiliki akhlak yang mulia, sikap wara’ merasa cukup, ilmu, dan adab. Sekaligus juga terdapat larangan bergaul dengan orang yang buruk, ahli bid’ah atau perilaku agama yang diada-adakan tanpa dalil, dan orang-orang yang mempunyai sikap tercela lainnya." "Masyarakat Muslim mengenal istilah Ukhuwah Islamiyah. Istilah ini perlu didudukkan maknanya, agar bahasan kita tentang ukhuwah tidak mengalami kerancuan. Untuk itu, terlebih dahulu perlu dilakukan tinjauan kebahasaan untuk menetapkan kedudukan kata Islamiyah dalam istilah di atas. Selama ini ada kesan bahwa istilah tersebut bermakna 'persaudaraan yang dijalin oleh sesama muslim', atau dengan kata lain , kata islamiyah dijadikan sebagai pelaku ukhuwah itu." Tiara menjelaskan. "Sebenernya pemahaman ini kurang tepat. Kata Islamiyah yang dirangkaikan dengan kata ukhuwah lebih tepat dipahami sebagai adjektiva, sehingga ukhuwah islamiyah berarti 'persaudaraan yang bersifat islami atau yang diajarkan oleh Islam'. Paling tidak ada dua alasan untuk mendukung pendapat ini. Pertama, Al-Qur’an dan Hadits memperkenalkan bermacam-macam persaudaraan. Kedua, karena alasan kebahasaan. Di dalam bahasa Arab, kata sifat selalu harus disesuaikan dengan kata yang disifatinya. Jika yang disifati berbentuk indefinitif maupun feminin, maka kata sifatnya pun harus demikian." "Ukhuwah pada dasarnya adalah nikmat dari Allah yang harus selalu dijaga. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. Aku inget banget kalimat itu, Ra." "Masya Allah ya, Fa." Tidak terasa waktu begitu cepat, pukul menunjukkan pukul 3 sore, mereka memutuskan untuk kembali pulang , Mila sudah menawari untuk pulang bareng , Namun Afifah dan Tiara menolak tawaran Mila karena tidak mau merepotkan Mila, karena tidak mau membuat Mila harus memutar arah,. “ Yaudah Fah Ra aku pamit duluan ya , Hati – Hati di jalan, Assalamualaikum,” ujar Mila melambaikan tangan. “ Waalaikumussalam , hati – hati juga Mil,” jawab mereka bersamaan. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN